BERITAPOPULER.ONLINE, BANJARMASIN – Menanggapi beredarnya isu pembatasan akses bagi mahasiswa saat melintas di depan Markas Komando Resort Militer (Makorem) 101/Antasari, pihak TNI memberikan klarifikasi resmi. Melalui Korem 101/Antasari, dinyatakan bahwa tidak ada pelarangan sama sekali terhadap kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan.
Kepala Penerangan (Kapen) Korem 101/Antasari, Mayor Inf Wartono, menegaskan bahwa rute Jalan Jenderal Sudirman, Siring Menara Pandang, termasuk area depan markas, tetap terbuka bagi para mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi.
Alih-alih menghambat, pihaknya justru menempuh langkah proaktif untuk mendukung kelancaran kegiatan demonstrasi tersebut. Sebagai wujud dukungan, Korem 101/Antasari turut menyediakan fasilitas transportasi guna memudahkan mobilitas para peserta aksi.
“Sebagai bentuk dukungan, kami telah mengerahkan tiga unit truk untuk membantu transportasi para mahasiswa menuju titik kumpul dan penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Mayor Inf Wartono kepada wartawan, Sabtu (18/04).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen aparat keamanan dalam menjamin agar aksi berjalan kondusif, aman, dan tertib, sekaligus memastikan keselamatan seluruh peserta selama dalam perjalanan.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan. Tugas kami adalah mengawal dan memastikan hak menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah informasi yang menyebutkan adanya penghadangan terhadap mahasiswa yang bergerak menuju Gedung DPRD Kalsel pada aksi sebelumnya.
TNI menegaskan bahwa fungsi pengamanan yang dilakukan di lapangan semata-mata bertujuan menjaga ketertiban umum, bukan untuk menghalangi atau membungkam aspirasi masyarakat.
Editor : Relima _ Mega










LEAVE A REPLY