Home news Milad ke-2 FKPWK Soroti Prestasi Anak Banua dan Dampak Multidimensi Karhutla

Milad ke-2 FKPWK Soroti Prestasi Anak Banua dan Dampak Multidimensi Karhutla

Milad ke-2 FKPWK Soroti Prestasi Anak Banua dan Dampak Multidimensi Karhutla

91
0
SHARE
Milad ke-2 FKPWK Soroti Prestasi Anak Banua dan Dampak Multidimensi Karhutla

BERITAPOPULER.ONLINE BANJARMASIN, KALSEL – Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan memperingati hari jadinya yang ke-2 dengan rangkaian kegiatan sederhana namun sarat substansi.

Peringatan Milad ke-2 Dewan Pimpinan Pusat FKPWK dilaksanakan di Efa Coffee Cafe and Eatery, Hotel Eva, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, pada Sabtu (22/8/2026).

Mengusung tema “Tumbuh Mandiri, Bangkit Bersinergi”, kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan insan pers.

Ketua Umum DPP FKPWK, H. Rachmad Fadillah, S.H., menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak semata-mata bersifat seremonial.Milad ke-2 dijadikan momentum evaluasi internal sekaligus penegasan komitmen organisasi untuk memperluas kontribusi di bidang sosial, hukum, dan kebudayaan.

“Perjalanan dua tahun FKPWK menjadi pijakan strategis untuk meningkatkan peran kami di tengah masyarakat.

Kami menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah membantu mempublikasikan setiap kegiatan organisasi,” ungkap Rachmad.

Dalam kesempatan tersebut, FKPWK juga memberikan penghargaan kepada putra-putri Banua yang berprestasi.

Penerima penghargaan di antaranya Muhammad Abdillah, siswa kelas X SMA Negeri 12 Banjarmasin yang mendapat apresiasi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), dan Khairiadi Asa, pencipta lagu Banjar yang meraih Juara II Nasional Musicpreneur Award 2025.

Ketua Pembina DPP FKPWK, H. Junaidi, menyatakan bahwa pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk motivasi sekaligus dorongan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan potensi sumber daya manusia daerah. 

“Ini adalah apresiasi dari FKPWK. Kami ingin mengingatkan bahwa ada anak Banua yang berprestasi hingga ke kancah internasional.

Bentuk apresiasi tidak harus bersifat materi, pengakuan pun memiliki nilai yang signifikan,” jelas Junaidi. 

FKPWK memastikan program penghargaan kepada warga berprestasi akan menjadi agenda berkelanjutan organisasi. 

Soroti Dampak Karhutla dan Siapkan Pendampingan Hukum

Selain agenda apresiasi, FKPWK turut menyoroti permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Pengurus FKPWK Kalsel, Akhmad Murjani, menilai dampak karhutla bersifat multidimensi dan tidak terbatas pada kerusakan lahan.

Ia menyebut sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga stabilitas ekonomi masyarakat turut terdampak.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu mengambil langkah antisipatif.

Kelompok rentan seperti anak sekolah harus menjadi prioritas.

Jangan sampai terjadi peningkatan kasus ISPA dan aktivitas perekonomian lumpuh,” tegas Murjani. 

Kekhawatiran serupa disampaikan terkait potensi gangguan distribusi barang akibat terhambatnya akses transportasi yang dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sebagai bentuk kepedulian, Tim Advokat FKPWK Kalsel yang dipimpin Bujino A. Sahlan menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat terdampak karhutla.

“Kami membuka ruang advokasi bagi warga yang mengalami kerugian, baik kehilangan lahan, tempat tinggal, maupun mata pencaharian.

Tujuannya agar mereka memperoleh hak dan akses bantuan sosial untuk pemulihan ekonomi,” ujar Bujino.

FKPWK juga merencanakan aksi sosial berupa pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak kabut asap. 

Menutup rangkaian kegiatan, H. Junaidi menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan karhutla.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, namun mendorong agar momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pencegahan di tingkat daerah.

“Peristiwa kabut asap terjadi berulang setiap tahun. Pemerintah daerah harus memiliki strategi permanen agar tidak terulang pada permasalahan yang sama,” pungkasnya.

Melalui peringatan Milad ke-2 ini, FKPWK menegaskan arah geraknya ke depan: tidak hanya menjaga kerukunan, tetapi juga hadir melalui kegiatan sosial, pendampingan hukum, kepedulian lingkungan, dan penguatan budaya Banua.

Editor: Mega